Pengertian NLP

Sebagai sebuah pengetahuan yang relatif baru maka NLP (Neuro-Linguistic Programming) dapat dikategorikan sebagai salah satu pengetahuan yang masih cukup awam di Indonesia. Padahal jika mengacu dari kategori sebagai pengetahuan, NLP dapat dikelompokkan dalam dunia pemberdayaan diri yang notabene banyak diperbincangkan di khalayak umum.

Untuk itu kali saya ingin berbagi sebuah pengertian tentang NLP yang nantinya dapat menjadi langkah awal bagi mereka yang ingin mempelajari sebuah pengetahuan pemberdayaan diri yang dapat saya katakan sebagai sebuah pengetahuan psikologi manusia namun dengan pendekatan yang lebih mudah.

pengertian nlp

Sejarah NLP

Tentang mengenai sejak kapan NLP mulai diperkenalkan sebagai sebuah pengetahuan yang membahas tentang perilaku manusia dapat ditelusuri kembali pada sekitar tahun 1970-an ketika seorang yang bernama Richard Bandler yang berkolaborasi dengan John Grinder dalam upayanya untuk mengamati tentang perilaku manusia.

Dari pengamatan mereka berdua setidaknya ditemukan adanya keterkaitan antara bentuk sebuah komunikasi yang sangat berpengaruh terhadap perilaku manusia. Hasil dari pengamatan mereka berdua ini ditemukan ketika mengeksplorasi setidaknya kepada 3 (tiga) orang yaitu Fritz Perls, Virginia Satir, dan Milton H. Erickson. Ketiga orang tersebut pada saat itu adalah para praktisi terapi dengan berbagai macam metode pendekatan yang mereka gunakan dalam membantu seorang klien untuk merubah suatu perilaku.

Pengamatan yang didapat oleh Bandler dan Grinder setidaknya menghantarkan mereka kepada sebuah kesimpulan bahwa setiap perilaku manusia dapat distrukturkan atau dikodekan ke dalam dua elemen mendasar yaitu yang pertama berkaitan dengan kelima sensori indrawi manusia atau yang nantinya lebih dikenal dengan sebutan Neuro. Sedangkan elemen kedua yang mereka gagas adalah adanya keterkaitan yang erat antara perilaku manusia dan pola bahasa yang digunakannya atau yang disebut sebagai Linguistic.

Tentang NLP

Mengacu sekilas dari sejarah NLP yang saya tuliskan diatas, maka setidaknya sekarang kita dapat memperoleh pemahaman tentang nama NLP itu sendiri dimana Neuro diartikan sebagai saluran penginderaan manusia dalam mengenali dunia eksternal yang terdiri dari : Visual (penglihatan), Auditori (pendengaran), Kinestetik (perabaan), Olfaktori (penciuman), dan Gustatori (pencecapan). Dari kelima penginderaan inilah sebetulnya nanti lewat NLP akan digunakan sebagai salah satu sarana dalam merubah sebuah perilaku dengan segala macam metode yang ada.

Sedangkan Linguistic yang secara singkat dapat diartikan sebagai sebuah pengetahuan yang membahas tentang ilmu bahasa dimana memiliki keterkaitan dengan cara manusia dalam berkomunikasi baik kepada diri sendiri atau yang dikenal sebagai komunikasi intrapersonal serta komunikasi dalam fungsinya sebagai sarana komunikasi dengan orang lain atau yang disebut sebagai komunikasi interpersonal.

Dari kedua elemen tersebut nantinya dapat dijelaskan sekaligus dibuktikan bahwa keduanya memiliki keterkaitan erat seperti layaknya sebuah program dalam membentuk sebuah perilaku manusia yang diwakilkan lewat nama Programming dimana seseorang dapat merubah kedua tatanan elemen yang ada hingga menghasilkan perilaku yang diinginkan nantinya.

Lewat uraian di atas sekarang kita dapat menarik sebuah pengertian tentang awal mula nama NLP itu sendiri sekaligus sebagai alasan utama dibalik mengapa para kedua penggagas NLP memutuskan memilih nama NLP sebagai Neuro-Linguistic Programming.

Pokok Bahasan NLP

Saat nantinya seseorang mengikuti sebuah pelatihan NLP secara utuh dan bukan hanya sekedar  pelatihan tentang aplikasi dari NLP, maka materi yang akan diajarkan setidaknya dapat dikelompokkan ke dalam 3 (tiga) materi pembahasan, yaitu :

  • Presuposisi : Sebagai landasan awal dalam mempelajari serta menggunakan segala hal yang dituangkan nantinya di NLP.
  • Struktur : Mengupas secara lengkap akan elemen Neuro serta Linguistic dimana semuanya telah dikemas serta distrukturkan oleh para penggagas NLP.
  • Teknik NLP : Merupakan kumpulan dari berbagai teknik NLP yang telah dikemas oleh para penggagas serta pengembang NLP yang dapat membantu para praktisinya ketika ingin merubah perilaku.

Dengan melakukan rumusan seperti pada ketiga poin di atas diharapkan nantinya setiap praktisi akan jauh lebih mudah memahami pengertian NLP melalui kelas pelatihan yang akan diikutinya.

Salam,

Totok PDy

CONTACT MANAGEMENT

trainer nlp terbaik


 
EMAIL : info.totokpdy@gmail.com

WA : 081 380 233 513


YouTube_Widget_New
Testimoni_Widget_New

Pin It on Pinterest

Shares
Share This
Open chat
1
Halo, Ada yang dapat kami bantu?
Powered by