Aplikasi Frame dalam NLP telah membuktikan sebagai salah satu senjata komunikasi yang ampuh ketika seseorang ingin melakukan komunikasi persuasi. Pola-pola apa saja serta bagaimana cara yang paling efektif dalam menggunakan Frame yang ada di NLP?

Aplikasi Frame dalam NLP sebagai senjata komunikasi persuasiSebelum nantinya saya akan menjelaskan tentang pola-pola Frame yang ada, saya ingin menguraikan terlebih dahulu tentang pengertian dari Frame itu sendiri. Arti dari Frame yang saya sebutkan disini sebetulnya adalah sama dengan arti frame dalam padanan kata yang terdapat pada kamus bahasa inggris yang berarti sebagai kerangka. Namun kerangka yang dimaksud adalah lebih berorientasi pada cara pandang yang terjadi dalam sebuah komunikasi antar individu.

Jika kita sedang melakukan sebuah bentuk komunikasi antar individu atau dengan bahasa lain disebut sebagai komunikasi interpersonal, maka sebetulnya yang terjadi adalah adanya pertukaran informasi antar individu. Proses ketika kita melakukan perbicangan tersebut dapat menjadi sangat menarik ketika antar individu yang ada mengacu pada satu kerangka cara pandang atau pemikiran yang sama. Namun pada kenyataannya tidak semua pola komunikasi tersebut berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan dikarenakan kita tidak memiliki kesesuaian dalam pola komunikasi yang ada. Sebagai contoh misalnya ketika kita berbicara dengan orang lain dengan tujuan untuk melakukan sebuah persuasi maka tentunya kita harus mengarahkan sudut pembicaraan yang ada.

Dengan menggunakan Frame yang ada di NLP, nantinya praktisi akan mampu membuat atau lebih tepatnya mengarahkan lawan bicara ketika ingin menggunakan komunikasi yang persuasif. Frame dalam NLP dapat dikenali lewat 7 (tujuh) pola yaitu :

  • Outcome Frame : Frame yang berorientasi pada outcome¬† atau tujuan.
  • Ecology Frame : Frame yang mengacu pada pertimbangan ekologis terhadap diri sendiri maupun lingkungan.
  • Evidence Frame : Frame yang berorientasi pada fakta yang secara nyata dapat dibuktikan.
  • As-if Frame : Frame yang ditujukan kepada lawan bicara dengan menggunakan sebuah pengandaian.
  • Contrast Frame : Frame yang disampaikan kepada lawan bicara dengan memberikan sebuah polaritas secara kontras.
  • Agreement Frame : Penyampaian suatu pernyataan dengan tujuan untuk memberikan suatu kesepakatan kepada lawan bicara.
  • Backtrack Frame : Frame yang digunakan untuk memberikan suatu batasan pada sebuah konteks pembicaraan serta bersifat penegasan.

Berdasarkan pengalaman saya ketika mengaplikasikan ketujuh dari pola Frame diatas ternyata memberikan dampak yang luar biasa dalam melakukan suatu komunikasi yang persuasif untuk merubah suatu sudut pandang seseorang.

Dengan berubahnya sudut pandang seseorang atau saya lebih suka menyebutnya sebagai perluasan pemikiran maka setidaknya hal ini akan sangat membantu seseorang dalam membentuk perilaku baru. Hal ini sebetulnya cukup membuktikan sekaligus sangat terkait erat dengan suatu pola atau program dalam diri seseorang dimana suatu perilaku akan ditentukan oleh cara berpikirnya, dan cara berpikir seseorang sangat dipengaruhi oleh bentuk komunikasi yang dilakukannya.

Inilah salah satu manfaat yang dapat diperoleh seseorang ketika ingin memutuskan untuk belajar NLP dimana kemampuan komunikasinya akan semakin terasah dengan senantiasa melatih berbicara baik dalam konteks perorangan (one on one) maupun dalam kelompok sebagai pembicara.

Namun perlu kembali saya mengingatkan bahwa terlepas dari cara atau teknik dalam menggunakan ketujuh pola di atas tentunya kita harus senantiasa menyadari adanya sebuah aturan mendasar dalam berkomunikasi atau berinteraksi dengan orang lain tentang pentingnya membangun kedekatan dengan orang lain.

Selamat berlatih menggunakan Frame di atas untuk menjadi seorang komunikator yang lebih persuasif.

Salam sahabat,

Aplikasi Frame dalam NLP sebagai senjata komunikasi persuasi

Pin It on Pinterest

Shares
Share This