Artikel NLP : Anchor

Artikel NLP : Anchor ini akan menjelaskan pengertian tentang apa itu Anchor serta cara bagaimana membuat tombol Anchor.

Sebelum nanti akan kita bahas mengenai cara membuat “tombol Anchor” tersebut, maka saya akan jelaskan terlebih dahulu tentang apa itu Anchor. Jika Anda mengamati situasi di rumah Anda, maka akan dapat Anda temui sebuah alat yang disebut sebagai saklar lampu. Saklar lampu ini memiliki fungsi sebagai pengatur bekerjanya lampu Anda untuk menyala atau mati lewat tombol yang ada.

Sekarang mari cermati yang terjadi dalam diri Anda. Pernahkah Anda mendapatkan sebuah stimulus berupa informasi baik lewat penginderaan Anda secara : Visual, Auditori, Kinestetik, Olfaktori, maupun Gustatori (VAKOG), yang kemudian lantas pikiran Anda terpicu kepada sebuah peristiwa yang pernah Anda alami. Tidak berhenti sampai di situ saja, bahkan perasaan diri Anda menjadi berubah?

Artikel NLP : AnchorStimulus dari informasi tersebut hampir mirip dengan cara kerja tombol saklar lampu di rumah Anda. Artinya adalah ada sebuah tombol (informasi) yang mengaktifkan cara berpikir Anda serta perasaan diri Anda (terkadang juga berpengaruh secara fisik pula). Jika dalam konteks lampu tadi disebut sebagai saklar, maka dalam kaitannya dengan perilaku manusia di NLP disebut sebagai Anchor.

Dengan mengetahui bahwa kita dapat memperoleh stimulus dari sebuah informasi yang tidak secara sengaja kita lakukan maka tentunya kita juga dapat membuat sebuah tombol sendiri seperti layaknya sebuah tombol saklar lampu agar nantinya dapat membantu kita dalam mengakses sebuah perubahan perilaku seperti yang kita harapkan.

Sebagai dasar dalam membuat tombol atau Anchor seperti yang kita inginkan ini maka pertama-tama yang perlu kita lakukan adalah dengan mengakses (mengingat dan menghadirkan peristiwa kembali) sebuah pengalaman yang mampu dengan mudah membuat Anda kembali seolah-olah sedang mengalaminya. Jika sudah tingkatkan sensasi perasaan yang muncul dalam diri Anda (biasanya diikuti dengan adanya perubahan fisik) hingga level tertentu agar mencapai sensai seperti benar-benar sedang terjadi kembali peristiwa tersebut. Apabila sudah mencapai level sensasi tersebut segera Anda buat tombolnya (untuk kali ini gunakan sebuah symbol dari gerakan jari tangan tertentu yang khas dan unik). Setelah itu lepaskan, dan alihkan pikiran Anda ke hal yang lain.

Kemudian lakukan test terhadap simbol yang tadi Anda buat dan kenali apakah sensasinya secara langung dapat Anda rasakan kembali, Jika belum ulangi kembali langkah awal di atas.

Jika memang sudah pasti Anda mampu mengaktifkan Anchor tersebut dan secara otomatis dan secara langsung dapat bekerja, maka sekarang kembali ulangi langkah pembuatan Anchor tadi namun kali ini dengan tema yang berbeda namun sejenis dalam hal sensasi yang diharapkan.

Maksudnya adalah jika pada awal tadi Anda mengakses sebuah peristiwa yang bermuatan sensasi “senang”, maka carilah sebuah pengalaman lain yang memiliki kesinambungan atau mendukung dengan sensasi senang tersebut seperti misalnya : pengalaman termotivasi, percaya diri, atau pengalaman ketika sedang dalam kondisi semangat saat mengerjakan sesuatu.

Langkah berikutnya adalah lakukan pembuatan Anchor seperti sebelumnya dengan mengakses pengalaman yang bermuatan sensasi sejenis tersebut secara bergantian dengan symbol yang sama. Dari sini sebetulnya kita sudah membuat semacam folder (menumpuk) tentang hal yang positif dimana terdapat dalam 1 (satu) simbol.

Berikut video yang akan menjelaskan tentang pengertian Anchor :

Selamat berlatih !

Salam,

Totok PDy

Pin It on Pinterest

Shares
Share This