Artikel NLP Meta Model kali ini akan saya mulai dengan Anekdot yang berjudul Tangisan Kakek, untuk lebih memahami tentang pengertian dan kegunaan dari Meta Model nantinya.

Sambil duduk di pinggir sebuah jalan seorang kakek sedang menangis. Tangisan kakek tersebut membuat begitu banyak perhatian beberapa orang yang lewat di sekitarnya, hingga ada seorang pemuda yang menghampirinya.

“Mengapa kakek menangis?”, tanya pemuda tersebut.

Sambil berusaha menghentikan tangisannya, si kakek menjawab, “Ceritanya begini anak muda : Kakek memiliki seorang istri yang sangat cantik. Dia pandai memasak. Seorang istri yang patuh, penyayang dan sangat suka sekali kalau dimanja.”

Kakek itu menghentikan ceritanya sejenak untuk menghela nafas panjang.

“Terus, kek?”, sahut pemuda itu.

Kakek itu melanjutkan cerita : “Dan yang paling membuat kakek selalu memikirkan dia adalah usianya yang masih muda, berbeda jauh dari usia kakek, apalagi dia termasuk orang yang pandai bergaul.”

Seketika meledaklah lagi tangis si kakek.

Dengan penuh rasa iba dan niat untuk membantu, pemuda itu mengatakan : “Sudahlah,  kek.. Jangan bersedih!.. Sebagai sesama lelaki saya dapat merasakan apa yang kakek rasakan. Saya akan membantu kakek untuk menyelesaikan masalah ini. Saya juga sudah berkeluarga dan masalah-masalah seperti itu kerap terjadi dalam kehidupan berumah tangga. Itu hal yang wajar, kek.”

“Bukan.. Masalahnya bukan itu, anak muda”, sahut kakek.

“Lantas kalau bukan itu, mengapa kakek menangis di pinggir jalan seperti ini?’, tanya pemuda itu dengan rasa ingin tahu.

Kakek pun menjawab : “Masalahnya adalah kakek lupa rumah kakek itu di mana?.. Kakek ingin cepat pulang untuk bertemu dengan istri kakek”

****

Ilustrasi cerita di atas menggambarkan adanya ketidakselarasan dalam komunikasi, sehingga terjadi kesalahan persepsi diantara keduanya. Ketidaksesuaian komunikasi dalam cerita di atas tergambar ketika pemuda tersebut mencoba mengkaitkan antara kondisi si kakek yang sedang duduk sendirian di tepi jalan, cerita tentang istrinya dan tangisan si kakek dengan sebuah kesimpulan asumsi bahwa si kakek sedang ditinggal oleh istrinya. Padahal yang terjadi kenyataannya bukanlah seperti itu.

Dalam dunia terapi kemampuan seorang Hipnoterapis dalam menggali dunia internal klien lewat teknik komunikasi sangat diperlukan agar proses terapi dapat berjalan dengan baik. Selain itu yang lebih penting lagi adalah dengan lebih mengenali dan mencermati setiap bentuk komunikasi yang disampaikan klien serta mempertanyakannya ulang lewat pola-pola bahasa tertentu ternyata dapat membantu klien untuk lebih memberdayakan serta memperkaya dunia internalnya sehingga memiliki manfaat terapeutik.

Sebagai contoh ketika seseorang mengatakan : “Saya sedang sedang stress.”

Secara umum dalam benak kita sudah dipenuhi dengan berbagai asumsi yang sementara ini kita miliki dengan tema “stress” sehingga seolah-olah kita sudah membuat suatu asumsi yang sama dengan klien akan arti kata “stress”.

Dari kata “stress” ini sebetulnya kita seperti masuk ke dalam rimba yang lebat yang kita hanya mampu meraba dan menerka kemudian memutuskan bahwa arti stress pasti sama dengan apa yang ada di dalam benak kita, yaitu perlu relaksasi pikiran.

Ternyata di balik kata “stress” sendiri masih banyak hal yang perlu dikaji seperti : stress tersebut karena apa, stress yang bagaimana, bagaimana klien dapat memutuskan bahwa sesuatu dapat menyebabkan stress, dan lain sebagainya. Karena, mungkin saja apa yang dikatakan oleh klien sebagai stress tidaklah sama atau bahkan mungkin bukan stress.

Lantas apa yang perlu kita lakukan untuk dapat mengklarifikasi atas apa yang sedang disampaikan oleh klien kita?..

****

META MODEL

Artikel NLP Meta ModelSebagai model pertama dari NLP yang pernah dibuat oleh Richard Bandler dan John Grinder dalam memodel Virginia Satir dan Fritz Perls adalah Meta Model.

Hasil pemodelan tersebut dituangkannya ke dalam buku pertama NLP, yaitu The Structure of Magic, Volume 1, pada tahun 1975.

Ketertarikan dari Richard Bandler dan John Grinder terhadap kedua terapis tersebut adalah pada pemakaian pola bahasa yang digunakan oleh Satir-Perls dalam melakukan terapeutik terhadap klien mereka.

Satir-Perls menggunakan pola bahasa tertentu dalam mengajukan pertanyan dengan tujuan untuk lebih memperkaya serta memberdayakan dunia internal kliennya.

Klien menjadi berdaya dengan pola bahasa tersebut karena dengan mengajukan bentuk pola dari Meta Model akan sangat membantu klien dalam menemukan informasi yang kurang lengkap dan kemudian menghubungkannya dengan pengalaman dalam dunia internal serta menatanya kembali dalam merespon dunia ekternal (realita) secara lebih efektif.

****

Model komunikasi dalam NLP menyebutkan bahwa ketika seseorang menerima informasi atau mengenali dunia ekternalnya melalui pengalaman yang dialaminya, akan diterima lewat 5 (lima) sensor inderawi (VAKOG). Akan tetapi ketika seseorang akan merepresentasikan ulang pengalaman tersebut terjadi proses informasi yang tidak lengkap karena adanya proses penghapusan, perubahan makna, serta proses generalisasi melalui bentuk komunikasi verbal yang disampaikannya. Proses penyaringan informasi ini didasarkan atas adanya strategi seseorang dalam proses berpikirnya, keyakinan, memori, serta keputusan yang dimilikinya.

Dalam Transformational Grammar, seperti yang dikemukakan oleh Noam Chomsky menyebutkan pula bahwa sebuah kalimat dapat dianalisa dari 2 (dua)  pola, yaitu : Deep Structure dan Surface Structure.

Secara sederhana Deep Structure dapat dikatakan sebagai suatu bentuk kalimat yang masih utuh sebelum terjadinya proses penyaringan informasi dalam dunia internal seseorang.

Sedangkan Surface Structure adalah proses untuk lebih menjadikan suatu informasi dapat disampaikan secara lebih efisien atau dengan kata lain menyederhanakan kalinat karena adanya proses penyaringan dari informasi itu sendiri. Melalui proses Surface Structure inilah suatu informasi sebagian dapat menjadi terhapus, terjadi perubahan makna, serta proses generalisasi.

Pada kenyataannya adalah bahwa setiap bentuk komunikasi yang disampaikan oleh seseorang menggunakan pola Surface Structure.

Melalui Meta Model seorang Hypnotherapist dapat membantu klien dengan mempertanyakan ulang atau mengklarifikasi suatu bentuk pernyataan yang disampaikan oleh klien agar klien mampu memiliki pilihan-pilihan baru dalam merespon suatu realita yang dialaminya.

****

Pola-pola dalam Meta Model

Di dalam Meta Model terdapat setidaknya ada 12 (dua belas) pola-pola bahasa yang dapat digunakan untuk membantu memperkaya seseorang dalam me-recover dunia internalnya, yang dikelompokkan ke dalam 3 (tiga) bagian yaitu :

Deletion (Information gathering) merupakan pola bahasa yang digunakan untuk mengumpulkan kembali beberapa informasi yang hilang karena terjadinya proses penghapusan suatu informasi.

Distortion (Semantic ill-formedness) merupakan pola bahasa yang digunakan untuk membantu seseorang ketika melakukan penyederhanaan dengan merubah makna suatu informasi.

Generalization (Limit’s of the speaker model) merupakan pola bahasa yang digunakan untuk membantu seseorang dalam me-recover ketika melakukan proses generalisasi.

Berikut beberapa contoh pola bahasa yang terdapat dalam Meta Model :

• Deletion – Lack of Referential Index

Contoh : Semua orang mengatakan saya tidak cocok dalam berbisnis

Siapa saja yang mengatakan seperti itu?

Dengan mengajukan pola pertanyaan seperti ini seseorang akan menyadari bahwa tidak semua orang memiliki persepsi yang sama seperti yang dipikirkannya sehingga menjadikannya sebagai sebuah kebenaran mutlak.

(Percayalah tidak sampai menghabiskan jari tangan dan jari kaki ketika seseorang diminta untuk menyebutkan siapa saja orang yang dimaksud..

• Distortion – Cause Effect

Contoh : Setiap bertemu pimpinan perusahaan, saya pasti stress.

Bagaimana tepatnya yang dilakukan pimpinan tersebut kepada anda?

Dengan menjelaskan apa sebetulnya yang dilakukan oleh pimpinan perusahaan terhadap dirinya, seorang Hypnotherapist akan dapat membantu untuk : mempertanyakan kebenaran hubungan dari kaitan atas dua kalimat tersebut yang selanjutnya dapat dilakukan Reframing.

• Generalization – Universal Quantifiers

Contoh :  Apa yang saya lakukan selalu tidak beres.

Semua yang anda lakukan selalu tidak beres? Bagaimana dengan makan? Istirahat?.. dll.

Apakah hanya itu Meta Model? Tentu saja tidak. Di kelas pelatihan saya Meta Model ini akan lebih saya jelaskan dengan disertai berbagi contoh-contoh penerapaannya.

Ketika seseorang mendapat pertanyaan seperti ini selanjutnya klien akan semakin menyadari bahwa tidak semuanya dapat diartikan sebagai “tidak beres”. Sehingga  dengan menjadikan makna tersebut lebih mengerucut akan semakin memudahkan seorang terapis dalam menentukan langkah terapeutik selanjutnya.

Tujuan utama serta semangat yang seharusnya kita miliki dalam melakukan Meta Model adalah membantu klien untuk lebih mampu memiliki pilihan-pilihan baru agar menjadikannya lebih berdaya.

Semoga memberdayakan dan selamat ber-Meta Model..

Salam hormat dari teman belajar,

Totok PDy

Pin It on Pinterest

Shares
Share This