Artikel NLP Rumusan Perilaku

Artikel NLP Rumusan PerilakuBahasan artikel NLP rumusan perilaku kali ini lebih fokus mengupas peran NLL (Neuro-Logical Levels) untuk membantu membangun perilaku baru.

Sebelum membahas lebih jauh tentang kaitan antara NLL dan perilaku, maka saya akan paparkan keberadaan dari NLL sendiri yang hingga saat ini masih tetap menjadi perdebatan yang hangat di lingkar pemerhati serta praktisi yg pernah belajar NLP.

NLL diperkenalkan oleh seorang yang bernama Robert Dilts yang merupakan salah satu penggagas dalam perjalanan perkembangan NLP, serta dapat dikategorikan sebagai salah satu pemerhati NLP yang paling produktif dalam mengembangkan NLP lewat karya buku maupun konsep pemikiran di dunia NLP.

Kembali perlu saya sampaikan bahwa hingga saat ini NLL tetap menjadi diskursus yang cukup populer di kalangan praktisi NLP dari berbagai macam aliran sehubungan dengan cara Robert Dilts dalam menyajikannya. Apakah yang menjadi akar dari perdebatan ini? Tidak lain adalah karena Robert Dilts menyajikan NLL dalam tampilan berupa bentuk piramid dimana para pemerhati yang lain berkeberatan dengan konsep piramid yang ditawarkan oleh Robert Dilts.

Untuk lebih mempermudah dalam mengulasnya maka mari kita perhatikan ilustrasi gambar dari konsep NLL ala Roberts Dilts berikut ini :

artikel nlp rumusan perilaku

Hal yang menjadi perbedaan pendapat antara Robert Dilts dan pemerhati yang lain adalah mereka mengatakan bahwa NLL tidak seharusnya diletakkan secara hierarkis seperti sebuah perlambang piramid di atas. Sebetulnya alasan mereka juga sangat masuk akal mengingat tidak semua struktur perilaku dibangun dari level Environment sebagai tahapan paling dasar, melainkan struktur yang membentuk perilaku seseorang dapat pula diawali dari level yang atas sekalipun, sebagai contoh pada level Identity.

Jika kita cermati kembali sebetulnya memang tidak sedikit bahkan sering kita temui adanya beberapa orang yang mampu memiliki perilaku baru dari level Identity ini. Sebagai contoh jika seseorang meng-install sebuah identitas baru ke dalam dirinya dengan cara tertentu melalui program pikirannya maka tidak menutup kemungkinan seseorang tersebut juga dapat berubah dalam hal perilakunya. Semisal seseorang yang melakukan sebuah “lelaku” atau ritual tertentu lantas mendapat pencerahan hingga menjadikannya memiliki identitas baru sehingga perilakunya-pun juga berubah. Sangat mungkin pula hal ini terjadi.

Namun dalam tulisan kali ini saya akan lebih menyoroti tentang seperti apakah keterkaitan antara perilaku yang ingin dimiliki seseorang hingga mencapai level kompetensi dengan menggunakan pendekatan lewat penjelasan NLL versi Robert Dilts.

Jika seseorang ingin memiliki sebuah perilaku baru maka apabila kita dasarkan pada NLL versi Robert Dilts ini, setidaknya seseorang harus mulai mengenalkan dirinya terhadapa salah satu tahapan perubahan perilakunya melalui level Environment dimana seseorang harus mulai menyelami seperti apakah perilaku baru tersebut jika dikaitkan dengan lingkungannya yang baru.

Kemudian pada tahapan selanjutnya yang disebut sebagai tahapan Behavior adalah mulai perlahan-lahan seseorang merubah gaya perilaku yang seharusnya dimiliki berkaitan dengan lingkungan yang baru tersebut. Sebagai contoh saya saat berpindah dari seorang karyawan dan menjadi seorang pebisnis di dunia EO maka saya akan membiasakan diri untuk belajar membuat konsep, melakukan presentasi, serta perilaku lainnya sehubungan dengan dunia bisnis EO.

Dengan semakin intens saya berperilaku yang sesuai dengan bidang pekerjaan saya, maka cara atau pola pikir saya juga akan berubah dimana mungkin dulu saya memiliki strategi berpikir ala karyawan, maka pola pikir saya juga akan berubah sebagai seorang praktisi bisnis di dunia EO dalam mengambil sebuah keputusan yang berkenaan dengan hal keuangan serta peluang.

Pada tahapan selanjutnya seperti yang tertera pada gambar di atas, maka Belief atau Value adalah bagian dimana saya akan meng-install perilaku menjadi sebuah bentuk keyakinan serta nilai-nilai yang saya anggap penting berkaitan dengan keinginan saya. Hal yang menarik tentang bagaimana kita meletakkan sebuah keyakinan serta nilai ini adalah dengan mempertanyakan kepada diri kita sendiri tentang adanya sebuah perubahan perilaku yang kita inginkan.

Sama halnya dengan ketekunan yang menjadi pokok bahasan pada tulisan bersambung ini, dimana ketekunan sebetulnya adalah semacam bentuk perwakilan dari sebuah keyakinan yang dianut oleh seseorang ketika orang tersebut mengamini bahwa sikap tekun adalah nilai yang paling utama.

Itulah mengapa pada tulisan terdahulu saya mengatakan bahwa sebuah keputusan untuk melakukan sebuah bisnis hendaknya diawali dengan memberikan fondasi dalam rupa tataran filosofis yang di dalam NLL terletak pada tahapan Belief atau Value tersebut.

Bersambung …

Salam,

artikel nlp rumusan perilaku

Pin It on Pinterest

Shares
Share This