Cari Pembicara Seminar Motivasi NLP Lucu di Surabaya

Suatu hari saya pernah membaca info dari salah satu media seperti ini : Cari Pembicara Seminar Motivasi NLP Lucu di Surabaya.

Pikiran saya sempat ambigu (bingung) dengan kalimat di atas.

Gimana nggak ambigu..

Kalimat : Cari Pembicara Seminar Motivasi NLP Lucu di Surabaya itu menurut saya memiliki beberapa pengertian :

  1. Orang yang menulis tersebut sedang : men – cari pembicara seminar lucu di Surabaya

Atau

  1. Orang tersebut sedang perlu untuk : men – cari pembicara seminar NLP lucu di Surabaya

Atau

  1. Seseorang sedang : men – cari pembicara motivasi NLP lucu di Surabaya

Atau

  1. Dia sedang memerlukan informasi untuk : men – cari pembicara seminar dan motivasi nlp lucu di Surabaya

Atau

  1. Orang tersebut hanya ingin : men – cari motivator NLP lucu di Surabaya

 

Mungkin ada pembaca yang bertanya : “Emang apa pembeda dari kalimat tersebut?”

Okay, jika kita membaca secara sepintas mungkin kalimat-kalimat di atas seperti terlihat sama.

Ya, betul sama.. Sama jika dilihat dari pengertian bahasa secara umum.

Cari Pembicara Seminar Motivasi NLP Lucu di SurabayaNamun kali ini saya ingin mengupasnya lebih jauh bahwa ternyata keberadaan bahasa memiliki pengertian yang luas bahkan memiliki pengaruh terhadap perilaku manusia.

Pengetahuan yang secara khusus membahas kaitan antara bahasa dan perilaku manusia ini dikenal dengan NLP (Nero-Linguistic Programming).

Jika ingin mempelajari secara lebih detail tentang NLP dapat dibaca di SINI.  

Kembali kepada contoh di atas.

Bagi orang lain, kalimat : Cari Pembicara Seminar Motivasi NLP Lucu di Surabaya mungkin dianggap biasa.

Namun bagi saya yang notebene sebagai seorang pembicara yang :

Terkadang diminta untuk mengisi seminar atau workshop, untuk keperluan motivasi maupun komunikasi persuasi, yang terkadang saya juga menggunakan pendekatan NLP, terkadang Hipnosis, yang terkadang pula dengan suasana lucu, namun juga tidak jarang pula harus menyampaikan materi dengan serius, tentunya saya harus bertanya lebih jauh kepada orang yang mengatakan kalimat di atas ( Cari Pembicara Seminar Motivasi NLP Lucu di Surabaya ) agar saya sendiri tidak salah dalam memenuhi keinginan dari orang yang men – cari seorang pembicara.

Nah, di tulisan saya kali ini saya akan mengulas secara sederhana tentang kaitan antara bahasa dan perilaku manusia yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

 

BAHASA AMBIGU NLP SEHARI-HARI

Jika suatu saat ada seseorang yang mengatakan seperti ini :

  1. “Anak saya nggak bakat Matematika.”
  2. “Bisnis sekarang lagi sulit.”
  3. “Penawarannya mahal.”

Dari ketiga kalimat di atas seolah kalimat yang biasa, dimana ketika ada orang lain mengatakan kalimat tersebut maka respon kita adalah mungkin :

  1. “Ya, mungkin memang dia bakatnya bukan di situ.”
  2. “Memang perekonomian juga lagi lesu.”
  3. “Lha terus inginnya harga berapa?”

Salah-kah dengan respon-respon tersebut? Nggak juga.

Hanya saja jika kita memang ingin memiliki ketrampilan komunikasi persuasi maka respon yang kita berikan seharusnya adalah sebagai berikut :

  1. “Yang dimaksud bakat itu apa? Atau “Matematika itu khan luas. Di bagian mana yang nggak bisa?”
  2. “Bisnis yang gimana duu dong?”
  3. “Mahal itu dibandingkan dengan apa?”

Kira-kira apakah respon yang akan timbul dengan mengajukan pertanyaan yang berbeda?

Tentu saja responnya juga akan berbeda pula.

Nah, di NLP hal ini masuk dalam kategori sebagai Bahasa Ambigu, yang artinya bahasa yang masih memiliki pengertian yang sangat luas, yang jika dipertanyakan dengan pertanyaan yang berbeda maka akan menghasilkan perilaku seseorang yang berbeda pula.

Nah jika ingin mengetahui lebh jauh agar mampu memiliki ketrampilan komunikasi persuasi seperti contoh di atas baik untuk diri sendiri maupun orang lain, maka info training ini dapat menjadi salah satu referensi :

Jika ada yang ingin ditanyakan lebih jauh dapat menghubungi : Hotline (WA) 0858 1566 1408 ( Pembicara Motivator NLP di Surabaya).

 

MANFAAT BAHASA NLP

Sekarang dengan semakin memahami pentingnya peran bahasa dalam kaitannya perilaku manusia maka tentunya akan jauh lebih mudah bagi kita untuk mampu merubah suatu perilaku (mood), atau bahkan tindakan orang lain maupun diri kita.

Nantinya ketika kita sudah menguasai pola bahasa NLP seperti contoh-contoh di atas, maka kita akan jauh lebih mudah dalam melakukan interaksi dengan orang lain yang berujung pada manfaat yang berdampak pula pada diri kita.

Selamat mengekplorasi !

Pin It on Pinterest

Shares
Share This