Hipnosis Cara Mudah

Sebelum membahas tentang bagaimana belajar hipnosis cara mudah, maka akan saya sampaikan terlebih dulu pengertian tentang apa itu hipnosis.

Apabila mengacu dari istilahnya maka jika di Indonesia akan jauh lebih akrab apabila seseorang menyebutnya dengan istilah hipnotis. Lantas jika ada pertanyaan mengenai perbedaan dari hipnotis dan hipnosis? Dapat dikatakan bahwa keduanya adalah sama. Hipnosis dan hipnotis adalah dua entitas yang sama. Hal yang membedakan adalah istilah hipnosis lebih mengacu berdasarkan kata serapan dari bahasa inggris yaitu, hypnosis.

hipnosis cara mudah

Pada tulisan kali ini saya ingin menjelaskan tentang apa itu hipnotis dari sudut pandang saya secara pribadi sebagai landasan pemahaman awal sebelum nantinya jika Anda berkeinginan untuk memutuskan mendalaminya lebih lanjut.

Awalnya kata hipnosis atau hipnosis adalah mengacu dari istilah bahasa Yunani (hypnos) yang memiliki arti sebagai tidur. Konon nama ini diambil dari salah satu nama dewa di Yunani yang disebut sebagai Dewa Tidur. Hal ini tentunya sangat berkaitan erat dengan fenomena yang kerab ditemui serta dikonotasikan sama bahwa hipnotis lekat dengan fenomena tidur (mata tertutup). Hal ini tidak sepenuhnya benar bahwa hipnotis selalu menunjukkan fenomena mata tertutup yang berarti tidur karena nantinya jika dikaji lebih jauh banyak sekali fenomena yang terjadi secara umum menunjukkan bahwa hipnotis memang tidak selalu berkonotasi tidur.

Sebagai pengantar awal kali ini saya akan mengulas tentang pengertian hipnotis dalam korelasinya sebagai sebuah pengetahuan yang nantinya setiap orang akan mampu mempelajari serta menguasainya baik melalui pelatihan maupun dari sumber pembelajaran yang lain dimana saya akan melakukan pemodelan pembelajaran secara cepat yang mengacu pada 2 (dua) hal pokok :

Pengertian pikiran sadar dan pikiran bawah sadar

Seperti kita ketahui bahwa manusia memiliki dua keberadaan kesadaran dalam kesehariannya, yaitu pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Dalam upaya untuk dapat membedakan kedua kesadaran ini, maka secara sederhana keduanya memiliki ciri khas :

  • Pikiran Sadar lebih mengacu kepada kemampuan kognitif dalam membandingkan, menganalisa serta memutuskan dimana biasanya hal ini berlaku adanya konsep tengan benar dan salah dalam memaknai sebuah informasi.
  • Pikiran bawah sadar memiliki keunikan tersendiri dalam mengelola informasi dimana setiap informasi yang diterima pada tataran kesadaran ini akan sepenuhnya diserap dan diterima apa adanya. Namun meski demikian tidak semudah itu pula suatu informasi dapat dengan mudah masuk ke dalam kesadaran ini. Hal ini dikarenakan adanya komponen yang bertugas sebagai penyaring atas setiap informasi yang masuk ke dalam area kesadaran ini. Komponen ini sering disebut sebagai RAS (Reticular Activated System). Inilah yang bertugas sebagai penjaga terhadap segala informasi yang ada untuk disesuaikan dengan keyakinan yang selama ini dianut atau dimiliki oleh seseorang.    

 

Tahapan dalam proses hipnotis

Ketika seseorang mempelajari hipnotis maka secara umum proses atau tahapan dalam hipnotis dapat di kelompokkan menjadi 5 (lima) langkah, yaitu :

  • Pre-Induction : sebuah tahapan awal dimana seorang penghipnotis (praktisi) melakukan proses untuk mengenal atau lebih tepatnya berkenalan dengan pikiran bawah sadar klien.
  • Induction : tahapan dimana klien akan diajak untuk mengakses pikiran bawah sadarnya dengan cara mem-by-pass pikiran sadarnya melalui berbagai macam pola induksi diantaranya adalah rapid induction maupun non-rapid induction.
  • Deepening : tahapan dalam proses hipnotis yang bertujuan untuk lebih memberikan pengalaman secara lebih mendalam pada saat mengalami fenomena hipnotis serta lebih intens dengan memfokuskan kemampuan dalam mengakses pikiran bawah sadar klien.
  • Suggestion : tahapan dalam hipnotis dimana klien akan diberikan saran atau informasi sesuai dengan tujuan dari dilakukannya proses hipnotis seperti misalnya, untuk konteks pertunjukkan, terapi dalam kasus tertentu, maupun untuk sekedar tujuan pemberdayaan diri.
  • Termination : tahapan untuk  mengakhiri proses hipnotis agar nantinya klien dapat kembali beralih dalam mengakses pikiran sadarnya.

Sebagai catatan tambahan dari kelima tahapan di atas ada pula istilah yang sering digunakan di dalam hipnotis yang disebut sebagai Post Hypnotic Suggestion. PHS dalam proses hipnotis adalah bertujuan untuk memberikan dampak atau hasil yang dapat bekerja usai melakukan tahapan hipnotis agar sugesti (Suggestion) yang telah diberikan dapat memberikan hasil yang seusai dan mampu bekerja layaknya sebuah program baru dalam berperilaku.

Demikian paparan yang dapat saya sampaikan tentang pemahaman dari hipnotis sebagai landasan bagi Anda ketika memutuskan untuk mengikuti pelatihan hipnotis maupun belajar secara otodidak.

Salam,

Totok PDy

CONTACT MANAGEMENT

trainer nlp terbaik


 
EMAIL : info.totokpdy@gmail.com

WA : 081 380 233 513


YouTube_Widget_New
Testimoni_Widget_New

Pin It on Pinterest

Shares
Share This