Kekuatan Otak Kiri dan Otak Kanan

Kekuatan Otak Kiri dan Otak KananKekuatan Otak Kiri dan Otak Kanan dari dulu tetap menjadi topik yang sangat menarik untuk diperbincangkan. Bagaimana menggabungkannya? Simak tulisan di bawah ini :

Di jajaran Super Car nama Ferrari, Lamborghini, maupun Maserati tentunya sudah tidak asing lagi di telinga orang awam. Namun jika mendengar Pagani sepertinya perlu curiga juga jika nama tersebut dikategorikan ke dalam nama sebuah industri mobil super. Tepat sekali !! Pagani adalah nama sebuah industri mobil dari Itali yang bukan merupakan industri yang bersifat pabrikan secara massal melainkan hanya membuat mobil super dalam produksi terbatas sesuai pesanan yang ada.

Apa hebatnya Pagani ini?

Konseptor di balik Pagani Automobili adalah seorang kelahiran Argentina, 10 Nopember 1955 yang bernama Horacio Pagani. Sejak kecil dia bercita-cita jika besar nanti ingin menciptakan sebuah mobil super sekelas Ferrari dan sejenisnya. Dalam perjalanan hidupnya Horacio Pagani pernah terlibat dalam menyumbangkan karya-karyanya di beberapa perusahaan Super Car seperti Lamborghini, Ferrari, serta beberapa proyek pengembangan mobil sport hingga pada akhirnya dia sendiri mendirikan Pagani Automobili yang melahirkan karya mobil : Pagani Zonda dan Pagani Huayra.

Sekedar tambahan catatan : Huayra adalah produk paling baru dari Pagani Automobili yang konon mobil ini dibandrol dengan harga jual : 1,1 juta dollar amerika !!

Hal yang paling menarik dari setiap konsep penjualan produk Pagani adalah dengan membuat terlebih dahulu sebuah mobil, untuk kemudian disertakan dalam ajang pameran mobil internasional seperti, Geneva Motor Show. Lantas jika ada pembeli yang berminat, maka Pagani akan mengatakan kalimat yang kira-kira seperti ini : “Mohon maaf mobilnya belum ada. Namun jika Anda berminat maka saya akan membuatkannya untuk Anda.” Dan anehnya para pemesan akan langsung saling berebut untuk dapat memiliki mobil tersebut.

Apa yang dilakukan Pagani ini lebih tepatnya adalah dia mengajak para calon pembeli untuk melakukan sebuah bentuk pengandaian atau yang di NLP disebut sebagai Future Pacing dengan memberikan gambaran secara detail akan keberadaan sebuah mobil yang belum ada.

Buah karya dari otak kanan dan otak kiri.

Di salah satu interview yang pernah dilakukan oleh sebuah stasiun televisi yang khusus mengulas dunia otomotif, Horacio Pagani mengatakan bahwa konsep dasar pemikiran dari penciptaan karya-karyanya banyak dipengaruhi oleh konsep berpikir ala Leonardo Da Vinci dimana menggabungkan antara “Art dan Science”.

Sepertinya hal ini cukup menjadi alasan mengapa dia menganut cara berpikir dari seorang maestro serta penemu seperti Leonardo Da Vinci. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya detail dari karya yang dihasilkannya sangat sarat bermuatan karya seni sekaligus bercita rasa teknologi tinggi dan modern.

Pernah suatu ketika Horacio Pagani ditanya tentang bentuk kaca spionnya yang unik dari produk Huayra-nya, yang kemudian dijawabnya bahwa bentuk spion itu didapatinya dari inspirasi bentuk tas belanja wanita. Bahkan untuk mendapatkan bentuk yang benar-benar memuaskan imajinasi seninya, Horacio cukup betah untuk berjam-jam berada di sebuah ruangan yang kosong, dan hanya ditemani prototype mobil dan sebuah kursi untuk mengamati serta mereview setiap hasil karyanya.

Namun Horacio bukanlah seorang seniman yang hanya mengunggulkan dunia seni tanpa menyentuh ranah teknologi atas keberadaan sebuah karya mobil super seharga puluhan milyar. Dia tahu persis bahwa dibalik karya seni-nya haruslah berbekal teknologi yang berbeda dari karya mobil super lainnya. Hal ini dapat dilihat dari pemilihan bahan untuk kelengkapan bodi mobil, kemampuan dan kehandalan tenaga mesin, serta teknologi aerodinamis yang mencomot dari teknologi pesawat terbang.

Dari perpaduan 2 (dua) hal ini : dunia seni dan ranah teknologi, sekiranya dapat menjadi satu acuan bahwa dunia pikiran imajinasi (otak kanan), dan keberadaan dunia pikiran logika (otak kiri) setidaknya telah melengkapi tentang bagaimana seorang Horacio dalam menciptakan sebuah maha karya dalam dunia otomotif.

NLP : Otak Kanan dan Otak Kiri.

Di NLP disebutkan pula bahwa ketika seseorang ingin mencapai sebuah tujuan (atau lebih akrab disebut sebagai Outcome), hendaknya menggunakan prinsip imajinatif seperti yang dilakukan pada konsep berpikir otak kanan ala Horacio.

Bahkan lebih jauh konsep berpikir imajinatif dari NLP ini haruslah setidaknya melibatkan salah satu atau beberapa dari kepekaan kelima sensori indrawi kita (VAKOG). Melalui NLP-pun juga diajarkan tentang bagaimana melatih kepekaan ini agar konsep berpikir imajinatif dapat lebih diperoleh tingkat sensasinya.

Sebagai contoh : ketika kita ingin memiliki sebuah rumah, maka setidaknya kita harus dapat membuat bentuk imajinasi seperti yang kita inginkan hingga melibatkan sensori indrawi kita. Dengan mengimajinasikan secara jelas maka diharapkan setidaknya akan menghasilkan sebuah sensasi yang dapat mempengaruhi state kita dalam upaya untuk mencapainya.

Ada yang mengatakan bahwa konsep berpikir imajinatif ini adalah dengan cara pengaktifan secara otomatisasi dari keberadaan belahan otak kanan seseorang.

Lantas bagaimana dengan konsep berpikir otak kiri ala NLP?

Seperti halnya Horacio yang tetap melibatkan pertimbangan secara logika atau pikiran kritis dalam melengkapi hasil karyanya lewat teknologi secara detail, maka NLP-pun juga memberikan pemodelan tentang cara berpikir yang hampir sama, yaitu dengan mengenalkan konsep berpikir Chunk Down (berpikir secara lebih detail sebagai landasan dalam merealisasikan sebuah bentuk pemikiran imajinatif).

Dalam kaitannya dengan mencapai sebuah tujuan (baca : Outcome) konsep berpikir Chunk Down ini akan membantu kita dalam menentukan bentuk nyata seperti apa tepatnya yang harus kita lakukan dalam meraih sebuah impian.

Sebagai contoh : ketika kita sudah memiliki bentuk imajinatif dari sebuah keinginan, maka dengan menggunakan konsep berpikir Chunk Down, kita akan diajak untuk melibatkan pemikiran kritis (riil) seperti apa tepatnya yang harus kita lakukan untuk dapat mencapai tujuan tersebut. Dari pemikiran ini pula maka bagian pikiran kritis kita (atau yang sering disebut sebagai keberadaan berpikir ala otak kiri) akan membantu kita untuk menganalisa, mengelola, hingga memutuskan sebuah ide dari pikiran imajinatif agar dapat terlaksana.

Nah, jika Horacio Pagani saja dapat memberikan sebuah “janji” kepada calon pembelinya dengan mengetengahkan sebuah konsep berupa mobil impian, tentunya kita juga dapat merayu serta memberikan iming-iming kepada diri kita sendiri untuk mampu meraih impian seperti yang kita inginkan.

Selamat membuat prototype impian Anda serta mewujudkannya !!

Salam,

Totok PDy

Pin It on Pinterest

Shares
Share This