Teknik NLP : Swish Patterns

Penjelasan teknik NLP : Swish Patterns yang dapat digunakan untuk merubah perilaku dengan cara yang sederhana.

Sebutkan 1 (satu) makanan favorit Anda. Sebutkan 1 (satu) film favorit Anda. Sebutkan 1 (satu) nama orang yang paling Anda cintai. Stop !! Jika boleh saya tanyakan, apakah dari ketiga hal pertanyaan di atas Anda mampu menggambarkannya dengan jelas di benak Anda? Tentu jawabannya adalah iya. Mengapa saya berani mengatakan iya, karena sudah menjadi program default dari manusia bahwa ketika orang menyampaikan sebuah ide baik dikatakan secara langsung maupun dalam hati, sesungguhnya yang terjadi adalah adanya sesuatu yang mewakili terlebih dahulu sebelum menjadi sebuah pernyataan.

Sesuatu yang mendahului dari apa yang dinyatakan tersebut secara umum dapat berupa gambaran secara visual maupun sebuah suara. Berupa gambaran di NLP disebut sebagai Visual, sedangkan dalam bentuk suara disebut sebagai Auditori. Sebetulnya tidak hanya secara Visual dan Auditori saja melainkan dapat berupa Kinestetik (perabaan), Olfaktori (penciuman), dan Gustatori (pencecapan). Namun secara umum manusia lebih terbiasa dengan mengkodekan kedua hal di atas.

Dari ekperimen di atas setidaknya akan dapat diambil sebuah pemahaman bahwa ketika seseorang mendapat stimulus sebuah ide maka secara otomatis pikiran akan segera merespon dengan cara menyajikannya dalam pikiran untuk kemudian dinyatakan. Cara pikiran menyajikan ide tersebut dapat lebih diuraikan secara lebih detail dengan cara misalnya : untuk gambaran akan terlihat sangat jelas, seolah-olah dekat, dan memiliki kualitas warna. Sedangkan untuk suara biasanya akan terdengar dengan jelas seolaah-olah seperti suara yang pernah ada diperdengarkan kembali.

Teknik NLP : Swish PatternsMasih berdasarkan eksperimen di atas tentunya hal-hal yang menjadi favorit bagi diri seseorang akan dinyatakan dengan gambaran yang jelas serta mungkin kualitas suara yang jelas pula. Hal ini dikarenakan sesuatu yang menjadi prioritas dalam pikiran seseorang sangat kuat ter-install dalam benaknya melalui gambaran maupun suara. Pengertian prioritas disini bukan hanya sesuatu yang bersifat positif melainkan dapat pula yang bersifat negatif tergantung dari setiap orang yang memaknainya. Sebagai contoh : ingatan kita terhadap salah seorang yang pernah menyakiti diri kita dapat menjadi sesuatu yang prioritas meskipun hal itu merugikan diri kita karena kita akan menjadi jengkel, marah dan sebagainya.

Hal ini jika dikaitkan dengan sebuah perubahan perilaku maka oleh para penggagas NLP dirumuskan dalam sebuah teknik yang disebut sebagai Swish Pattern. Perubahan perilaku yang dimaksud disini adalah jika kita ingin merubah sebuah dampak dari ide atau informasi yang membuat seseorang menjadi terganggu atau lebih tepatnya yang tidak disukai, maka dengan teknik Swish Pattern ini seseorang dapat menghilangkan atau menggantikannya dengan respon yang berbeda.

Sebagai contoh : jika kita menjadi marah atau jengkel saat mengingat seseorang maka gambaran atau suara yang muncul tentunya akan lebih kuat dibandingkan ketika mengingat orang yang lain. Dengan teknik ini maka yang perlu kita lakukan adalah dengan memperlemah ingatan tersebut dengan cara : secara visual kita jauhkan seperti ketika melakukan zoom out pada layar monitor computer hingga gambaran tersebut semakin lama semakin menjauh dari diri kita. Sedangkan untuk suara dapat dianalogikan seperti sebuah volume yang kita buat semakin lama semakin kecil suaranya bahkan hingga tidak terdengar sama sekali.

Teknik ini cukup efektif jika dilakukan dengan cara berulang-ulang, hingga otak seolah-olah diberikan program baru dalam memprogram sebuah ide, informasi, atau ingatan agar berubah seperti yang kita inginkan. Dengan perubahan ini tentunya juga akan berdampak pada perubahan perilaku yang kita inginkan pula.

Salam,

Totok PDy

Pin It on Pinterest

Shares
Share This