VAKOG Dalam Sugesti Hipnosis

VAKOG dalam sugesti hipnosis. Bagaimana penerapannya ketika dikaitkan dengan sugesti yang ad di Hipnosis?. Simak tulisan saya ini

Bagi para praktisi hipnosis tentunya sudah sangat akrab dengan istilah sugesti. Namun untuk yang masih awam dengan dunia hipnosis, maka istilah ini pada dasarnya mengacu pada salah satu tahapan prosedur dalam melakukan hipnosis. Seperti kita ketahui bahwa secara umum urutan hipnosis terdiri dari : pre-induction, induction, deepening, suggestion (sugesti), dan termination. Sugesti dalam pengetian ini adalah sebuah tahapan dimana praktisi akan memberikan saran atau perintah yang ditujukan kepada bawah sadar seseorang.

Sebagai sebuah saran atau perintah, maka tentunya hal ini akan sangat lekat hubungannya dengan pokok bahasan di ranah komunikasi. Jika kita membicarakan dunia komunikasi, maka setidaknya dalam komunikasi antar manusia atau yang sering disebut sebagai komunikasi interpersonal akan terdapat berbagai elemen pola bahasa yang digunakan.


NLP mencermati bahwa elemen pola bahasa yang terdapat dalam sebuah komunikasi salah satunya akan merujuk pada sesuatu yang berbasiskan inderawi atau yang sering disebut sebagai VAKOG (Visual-Auditori-Kinestetik-Olfaktori-Gustatori). Beberapa contoh kata yang termasuk dalam pola bahasa ini seperti misalnya :
• Visual : melihat, memandang, tampak, dsb.
• Auditori : mendengar, suara, bisikan, dsb.
• Kinestetik : hangat, tekanan, halus, dsb.
• Olfaktori : menghirup, bau, semerbak, dsb.
• Gustatori : pahit, menelan, getir, dsb.

Baca juga penjelasan lebih detail tentang VAKOG dari sisi NLP di sini

Masih banyak lagi contoh-contoh dari pola bahasa yang tanpa disadari sering kita dengar atau bahkan kita ucapkan sendiri. Namun justru dengan tanpa menyadari atas apa yang kita dengar atau ucapkan inilah sebetulnya menunjukkan tentang bagaimana seseorang merespon dunia sesuai dengan model pikirannya.

Jika hal ini dikaitkan dalam dunia hipnosis, maka dengan mengetahui model dunia pikiran seseorang tentunya akan semakin memudahkan kita untuk lebih “diterima” lawan bicara. Sebagai salah satu tips dalam menggunakan pola bahasa agar nantinya dapat sesuai dengan model dunia pikiran seseorang ketika menyampaikan sugesti, maka dapat dilakukan dengan cara :

• Mengamati pola bahasa yang paling sering digunakan oleh lawan bicara sebelum melakukan tahapan awal hipnosis.
Namun apabila kita terlewatkan dalam mengamati atas apa yang dikatakannya, maka dapat kita siasati dengan :
• Menggunakan kelima pola bahasa yang berbasiskan inderawi tersebut ketika menyampaikan saran dalam tahapan sugesti.

Dengan melakukan hal ini maka setidaknya klien akan lebih mudah menerima pesan sugesti yang kita sampaikan.
Selamat berlatih dalam mengenali pola bahasa lawan bicara Anda.

Salam,

Totok PDy

Pin It on Pinterest

Shares
Share This